Dirawat Selama 7 Hari, 1 Orang Pasien Dinyatakan Meninggal Dunia

Dipublikasi pada : 10 Maret 2021 | 426 kali Dibaca


Kabar duka kembali menyelimuti perkembangan penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Buleleng. Hari Ini tercatat 1 orang pasien dinyatakan meninggal dunia sejak dirawat selama 7 hari di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng. Hal itu, disampaikan langsung oleh Ir. Nyoman Genep, MT selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kominfosanti Kabupaten Buleleng, Rabu, (10/3).

 

Lebih lanjut, Plt Genep menyampaikan pasien itu berasal dari Desa Pemaron Kecamatan Buleleng yang berjenis kelamin laki-laki, berumur 79 tahun. "Pasien mengalami gejala transminitis, pneumonia, komorbid AKI DD ACKD," terangnya.

 

Terkait perkembangan data, hari ini kasus konfirmasi dalam perawatan sebanyak 166 orang yang meliputi 24 orang di RSUD Buleleng, 9 orang di RS Bali Med, 20 orang di RS Karya Dharma Husada, 12 orang di RS Kerta Usada, 4 orang di RS tangguwisia, 8 orang di RS Santhigraha, 2 orang di RSUP Sanglah, Hotel Shandi Mas Lokapaksa 3 orang dan masing-masing 1 orang di RST, RSPTN, RS Mangusada, Villa white sands Pejarakan, RS Family Husada Gianyar, Pancasari INN dan isolasi mandiri sebanyak 78 orang.

 

Selain itu, hari ini masih terdapat penambahan kasus konfirmasi baru sebanyak 31 orang meliputi, Kecamatan Seririt sebanyak 10 orang, Kecamatan Buleleng sebanyak 9 orang, Kecamatan Sukasada sebanyak 6 orang, Kecamatan Gerokgak sebanyak 3 orang, Kecamatan Busungbiu sebanyak 2 orang dan Kecamatan Sawan sebanyak 1 orang. Disisi lain terdapat 2 orang dinyatakan sembuh yang berasal dari Kecamatan Buleleng.

 

Terkait data lain, Kasus Konfirmasi Kumulatif di Buleleng sebanyak 2.514 orang dengan rincian, sembuh sebanyak 2.248, meninggal sebanyak 100 orang, sedang dirawat di Buleleng sebanyak 161 orang, dan di rawat di luar Buleleng sebanyak 5 orang. Kasus suspek kumulatif di Buleleng sebanyak 2.651 orang dengan rincian suspek konfirmasi 1.062 orang, discarded sebanyak 1.485 orang, suspek masih dipantau sebanyak 33 orang dan probable sebanyak 71 orang.

 

Sementara itu, kontak erat kumulatif di Buleleng sebanyak 13.423 orang yang meliputi kontak erat konfirmasi sebanyak 1.224 orang, discarded sebanyak 11.389 orang, karantina mandiri sebanyak 431 orang dan kontak erat menjadi suspek sebanyak 379 orang. Kasus konfirmasi non suspek/kontak erat sebanyak 226 orang dan kasus pelaku perjalanan terkonfirmasi sebanyak 2 orang.

 

Dipenghujung rilis, Nyoman Genep yang juga Asisten III Setda Buleleng, menghimbau kepada masyarakat untuk selalu melakukan Protokol Kesehatan (prokes) diantaranya, memakai masker saat keluar rumah, menjaga jarak, mencuci tangan dengan menggunakan sabun di air mengalir atau hand sanitizer, menghindari kerumunan serta mengurangi bepergian.