APA ITU APLIKASI PEDULILINDUNGI?

Dipublikasi pada : 10 September 2021 | 90 kali Dibaca


Pemerintah terus berupaya untuk menghentikan penyebaran Covid-19, salah satunya adalah pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) berupa penggunaan aplikasi PeduliLindungi. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng Ketut Suwarmawan, S.STP. M.M di ruang kerjanya, Jumat, (10/9) saat memberikan rilis update perkembangan Covid-19 Buleleng. 

 

Lebih lanjut dijelaskan oleh Suwarmawan yang juga selaku Kadis Kominfosanti Buleleng, banyak yang bertanya, apa itu aplikasi PeduliLindungi?.  Dikutip dari laman resminya, PeduliLindungi adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian, agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan. “Untuk bisa mengelola mobilitas di tengah pandemi dengan baik, diharapkan masyarakat menjalankan dan menerapkan aplikasi PeduliLindungi,” pinta Suwarmawan. 

 

Selain itu Kadis Suwarmawan menambahkan aplikasi ini memiliki beberapa manfaat, diantaranya dapat membantu petugas memastikan proses validasi dokumen kesehatan di simpul transportasi secara digital, sehingga lebih aman, cepat, mudah dan sederhana. Selain itu penggunaan aplikasi ini juga dapat meminimalkan kontak fisik karena tidak harus membawa dokumen kertas hasil tes Covid-19 atau kartu vaksinasi, dan juga lebih aman dari adanya pemalsuan hasil tes swab baik PCR maupun antigen. Lebih lanjut disampaikan, aplikasi PeduliLindungi bisa diunduh lewat play store atau app store. “Untuk tutorialnya, silakan bisa dilihat dan dipelajari  di youtube ataupun google,” jelasnya..   

 

Terkait perkembangan data Covid-19 di Kabupaten Buleleng, Ketut Suwarmawan memaparkan, hari ini kesembuhan tercatat sebanyak 30 orang, sedangkan konfirmasi baru sebanyak 21 orang, kemudian kasus kematian akibat Covid-19 sebanyak 3 orang serta pasien aktif dalam perawatan berjumlah 188 orang. Sementara itu, secara kumulatif di Kabupaten Buleleng tercatat kasus konfirmasi berjumlah 10.215 orang dengan rincian sembuh 9.517 orang, meninggal 510 orang dan dalam perawatan 188 orang. (sur)