Sinkronisasi Data Isoman, Pedoman Mobilisasi Pasien ke Isoter

Dipublikasi pada : 15 Agustus 2021 | 238 kali Dibaca


Guna menyajikan data yang valid tentang  pasien yang masih melakukan isolasi mandiri (isoman) mulai dari desa/kelurahan,kecamatan hingga kabupaten Satgas Covid-19 bergerak cepat dalam mensinkronisasi data isoman. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Bidang dan Data dan Informasi Ketut Suwarmawan, S.STP, M.M saat memberikan rilis update Covid-19, Minggu, (15/8) di ruang kerjanya. 

 

Ketut Suwarmawan yang juga selaku Kadis Kominfosanti mengatakan data yang dirilis oleh Dinkes adalah hasil input aplikasi dari  Kemenkes yang bersumber dari para surveiland puskesmas masing-masing kecamatan. 

 

Data rilis tersebut ungkap Suwarmawan merupakan hasil dari 3T yang merupakan regulasi dari Kemenkes sebagai acuan atas data pasien sehingga tidak menyalahi aturan . 

 

"Hasil 3T yaitu tracing merupakan kontak erat dari yang terkonfirmasi dan adanya laporan suspek dari petugas. Lalu diadakan testing kemudian treatmen. Hasil tracing dan testing inilah yang diinput petugas kemudian dirilis, " ungkapnya. 

 

Selain itu jelas Suwarmawan, untuk memastikan waktu rilis data, harus disamakan cut off nya. Jika lewat cut off masuk data besok. " Hal ini kita koordinasikan dengan para camat tadi dengan bapak Sekda dan instansi terkait. Setiap hari dari pihak kecamatan mengecek ke desa/kelurahan untuk memberikan kevalidan data by NIK, by Name, byAddres sehingga sesuai dengan rilis dari Dinkes Buleleng. 

 

Lebih lanjut ujar Kadis Suwarmawan, setelah hasil pengecekan dilapangan, Camat, Polsek dan Koramil menyamakan data sebelum rilis  tingkat Kabupaten. "Ini yang kita harapkan, sehingga data akan semakin bersih dan jika akan  melakukan mobilisasi isoman ke isoter   lebih efektif dan ada kepastian. " harapnya. 

 

Terkait perkembangan data penanganan Covid-19 Buleleng, Kadis Suwarmawan memaparkan sebanyak 88 orang konfirmasi baru. Pasien yang sembuh juga cukup signifikan yaitu sebanyak 157 orang sudah dipulangkan. Sedangkan jumlah meninggal sebanyak 10 orang. 

Secara kumulatif pasien terkonfirmasi berjumlah 9.053 orang terdiri dari sembuh 7.717 orang, meninggal 385 orang dan pasien dirawat sebanyak 951 orang.(wd)