Sinergitas TNI-Polri dan Desa Adat, Satgas Covid-19 Buleleng Awasi dan Sosialisasikan Pelaksanaan PPKM Darurat

Dipublikasi pada : 04 Juli 2021 | 358 kali Dibaca


Upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng dalam menekan penyebaran Covid-19 terus dilakukan secara menyeluruh, bersinergi dengan TNI-Polri dan Desa Adat. Sejak diberlakukan PPKM Darurat Covid-19 Sabtu, 3 Juli s.d 20 Juli 2021 upaya sosialisasi dan pengawasan ketat dalam pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19 juga secara berkesinambungan dilakukan oleh Satgas Covid-19 Buleleng. Hal ini disampaikan oleh Koordinator Bidang Data dan Informasi Satgas Covid-19 Buleleng Ketut Suwarmawan,S.STP,M.M., saat menyampaikan perkembangan update data Covid-19 di ruang kerjanya, Minggu,(4/7).

 

Lebih jauh dikatakan oleh Ketut Suwarmawan yang juga selaku Kadis Kominfosanti Buleleng, pelaksanaan PPKM Darurat Covid-19 sebelum diresmikan Sabtu kemarin sudah melaksanakan sosialisasi ke desa-desa sampai wilayah perkotaan oleh Dinas Kominfosanti, supaya masyarakat paham dan mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

 

“Mobil Siaran Keliling terus melaksanakan sosialisasi bahkan sampai malam hari, tujuannya, agar pesan yang disampaikan  dalam PPKM Darurat Covid-19 dapat tersampaikan kepada masyarakat luas. Tadi pagi juga di Catus Pata Singaraja dekat Pasar Buleleng, tim melakukan sosialisasi bersinergi dengan TNI-Polri dan Desa Adat. Bahkan pihak Desa Adat Buleleng dibantu 1 unit mobil Damkar menyemprotkan Eco Enzyme untuk menjernihkan udara disekitar Catus Pata,” ungkapnya.

 

Selain Sosialisasi, Kadis Suwarmawan menyampaikan pengawasan dan penegakan disiplin prokes dilakukan juga bersinergi dengan TNI-Polri, Satpol PP, Dishub Buleleng. “Implementasi terhadap pelaksanaan PPKM Darurat ini menerjunkan Tim Yustisi untuk menghimbau kepada pedagang terkait batas jam operasional dan pengawasan aktivitas masyarakat yang berpotensi terjadi kerumunan,” terangnya.

 

Kadis Suwarmawan menambahkan, Satgas Covid-19 Buleleng tetap menjalankan program vaksinasi yang sudah terjadwal di desa-desa seluruh wilayah kerja puskesmas yang ada di Kabupaten Buleleng. “Program vaksinasi yang merupakan program pusat untuk mencapai target 70% masyarakat tervaksinasi secara berkelanjutan terus dilakukan. Hal ini merupakan salah satu cara terbaik untuk menangkal Covid-19 dengan membentuk “Herd Immunity” atau kekebalan masyarakat. Semoga dengan segenap upaya pemerintah dan peran aktif masyarakat, pandemi ini segera berakhir,” harapnya.

 

Terkait rilis perkembangan penanganan Covid-19 hari ini, sembuh cukup signifikan sebanyak 13 orang berasal dari Kecamatan Gerokgak 6 orang, Kecamatan Sukasada dan Sawan masing-masing 2 orang, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Tejakula, Busungbiu dan Seririt. Sedangkan kasus konfirmasi baru sebanyak tiga puluh orang didominasi dari Kecamatan Buleleng 12 orang, Kecamatan Banjar 10 orang, Kecamatan Gerokgak 4 orang, Kecamatan Sukasada 2 orang, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Sawan dan Seririt. Selain itu kasus meninggal dunia bertambah 1 orang dari Kelurahan Kampung Bugis.

 

“Pasien meninggal, seorang laki-laki usia 71 tahun dengan gejala batuk, sulit bernafas, komorbid gangguan paru, pnemounia dan dinyatakan meninggal pada 4 Juli 2021,” jelasnya.

 

Secara kumulatif terang Kadis Suwarmawan, kasus konfirmasi sebanyak 4.327 orang, sembuh 3.970 orang, meninggal 189 orang, sedang dirawat 168 orang. Sementara itu kasus suspek kumulatif  sebanyak 5.082 orang, kontak erat kumulatif 21.741 orang, kasus konfirmasi non suspek/kontak erat 262 orang dan kasus pelaku perjalanan terkonfirmasi sebanyak 2 orang.(wd)