Setelah Kecamatan Buleleng, Vaksinasi Covid-19 Pola Tuntas dilakukan di Kecamatan Gerokgak

Dipublikasi pada : 11 Juni 2021 | 142 kali Dibaca


Setelah dilakukan di Kecamatan Buleleng, vaksinasi Covid-19 dengan pola tuntas akan dilakukan di Kecamatan Gerokgak. Ini dilakukan untuk menunjang target 70 persen masyarakat di Kabupaten Buleleng, Bali tervaksin hingga Juli 2021.

 

“Kita sasar Kecamatan Gerokgak untuk memulai target vaksinasi yang merupakan arahan dari Presiden RI dan Gubernur Bali,” ujar Sekda Gede Suyasa yang juga selaku Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 saat ditemui usai memimpin rapat koordinasi skema vaksinasi di Ruang Rapat Unit IV Kantor Bupati Buleleng, Kamis (10/6/2021).

 

Suyasa menjelaskan, vaksinasi pola tuntas per kecamatan digunakan sebagai skema. Hal itu diambil untuk mengejar target 70 persen dari jumlah penduduk Buleleng telah tervaksin. Adanya jaminan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk menyediakan vaksin sesuai target juga menjadi dasar skema ini dibuat.

 

“Masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tetap terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi sebagai penanggungjawab. Dikoordinasikan bersama koordinator wilayah yang diemban oleh Camat,” jelasnya.

 

Dengan 50.000 dosis yang tersedia di Kabupaten Buleleng, sasaran pertama setelah Kecamatan Buleleng adalah Kecamatan Gerokgak. Selama sepuluh hari vaksinasi akan dilakukan. Tentunya dengan pola tuntas tersebut. “Target sama yaitu 70 persen dari penduduk Kecamatan Gerokgak tervaksinasi,” ucap Suyasa.

 

Mengenai vaksinasi lansia di Kabupaten Buleleng, Suyasa mengatakan penduduk yang berusia 60 tahun ke atas jumlahnya kurang lebih 100.000 jiwa. Dari jumlah tersebut, yang sudah divaksin berjumlah 24.000 jiwa. Memang mendatangkan lansia untuk vaksinasi tidak mudah seperti mendatangkan yang lebih muda. Hal itu disebabkan berbagai faktor. Pertama, komorbid yang diderita. Kedua, faktor usia juga menyebabkan susah datang ke tempat vaksinasi.

 

“Apalagi kalau tempatnya agak jauh dari titik lokasi. Walaupun tempatnya di desa kita lakukan. Titik lokasi vaksinasi, kita lakukan di masing-masing desa tidak di Puskesmas. Di balai desa atau balai banjar di desa tersebut,” kata dia.

 

Dalam satu bulan ke depan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng juga mendapat tugas untuk mencari siapa-siapa tenaga pendidik yang belum divaksin. Pendataan tersebut dilakukan karena ada pendidik yang belum divaksin. Jika memenuhi syarat saat screening, semuanya sudah divaksin. Pendidik yang belum divaksin kemungkinan karena punya komorbid atau sedang hamil.

 

“Sebelum nanti Pertemuan Tatap Muka (PTM) dilakukan, sudah harus divaksinasi semua. Tidak ada guru yang mengajar saat PTM yang belum divaksin,” tutup Suyasa.