Wakil Bupati Buleleng Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Kedua

Dipublikasi pada : 08 Maret 2021 | 618 kali Dibaca


Wakil Bupati Buleleng, Bali I Nyoman Sutjidra mendapatkan suntikan kedua vaksin Corona Sinovac di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Senin (8/3/2021).

 

Sebelumnya, Sutjidra menjalani vaksinasi pertama pada tanggal 8 Februari 2021 lalu. Mengingat usianya telah mencapai 60 tahun, jarak waktu suntikan vaksin kedua harus 28 hari dari vaksin pertama. Hal ini sesuai dengan rekomendasi Badan POM, yang mengatakan pemberian dua kali suntikan vaksin untuk lansia akan diberikan jeda 28 hari. Sedangkan untuk kelompok usia 18-59 tahun, jeda penyuntikan dilakukan dalam kurun waktu 14 hari.

 

Dilihat dari kondisi saat hadir ke RSUD Buleleng, Sutjidra bersama istri yang juga mendapatkan vaksin kedua ini tampak sehat. Ia mengaku selama jeda dari vaksin pertama, dirinya merasa tidak ada masalah dan tetap bugar. “Astungkara tidak ada masalah, sekarang saya sudah mendapatkan sertifikat vaksin Covid-19,” ucapnya saat ditemui usai menjalani vaksin kedua.

 

Dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung dan menyukseskan program vaksinasi ini.

 

Menurutnya, vaksin sinovac ini sama sekali tidak ada efek samping yang berbahaya. Setelah program vaksin ini berhasil, diharapkan masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, harus tetap menerapkan Protokol Kesehatan.

 

“Program ini adalah harapan satu-satunya dari Pemerintah untuk memutus rantai penularan covid-19. Mari kita dukung program ini. Jangan lagi ada masyarakat yang menolak vaksinasi,” kata Sutjidra.

 

Sementara itu, di tempat yang berbeda yakni di halaman kantor Dinas Kesehatan Buleleng juga dilaksanakan vaksinasi tahap Kedua termin pertama untuk sejumlah Awak Media. Tercatat 35 awak media telah menerima vaksin Sinovac pagi ini.

 

Salah satu dari awak media yang turut menerima vaksin Pande I Putu Wismaya mengaku tidak merasakan sakit ketika menerima suntikan. Bahkan tidak sampai hitungan satu menit sudah selesai. Hal tersebut lantaran tenaga medis yang melaksanakan vaksin diakuinya sudah terbiasa dan cukup cekatan.

 

“Ada sedikit pusing tetapi tidak masalah mungkin ini respon tubuh. Yang penting untuk kesehatan ke depan. Apalagi kita para awak media sangat sering melaksanakan peliputan berita di sejumlah tempat dan bertemu orang-orang yang berbeda,” pungkasnya.