Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng Intens Lakukan 3T

Dipublikasi pada : 07 Maret 2021 | 273 kali Dibaca


Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Buleleng, Bali telah melakukan Tracing, Test, Treatment (3T) secara intens. Ini sesuai dengan arahan dari Satgas Pusat.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Satgas COVID-19 yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Minggu (7/3/2021).

Gede Suyasa menjelaskan, 3T dilakukan dengan sangat masif. Dimulai dari tracing. Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng melakukan tracing semaksimal mungkin hampir pada setiap kasus.

"Sebanyak mungkin dilakukan tracing untuk kasus yang ditemukan. Walaupun ada yang membuat standar dari 20 sampai 30 orang," ujar dia.

Disampaikan bahwa, Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng, melakukan yang terbaik. Tidak harus terbatas pada angka 20 sampai 30 orang. Tracing terus dilakukan sampai dengan tidak ditemukan lagi. Walaupun ada kasus yang hasil tracing-nya hanya 15 orang. "Itu merupakan hasil yang terbaik. Buat kita kerja yang maksimal dan efektif. Bahkan ada dua kasus yang hasil tracing nya mencapai 200 orang,” jelas dia.

Kemudian, setelah hasil tracing ditemukan semaksimal mungkin, hal kedua yang dilakukan adalah test. Setiap hasil tracing dari sebuah kasus dilakukan tes cepat antigen.

Lebih lanjut kata dia, ini juga dilakukan secara intens dan masif di semua tempat dan hasil kontak erat dengan sebuah kasus. Begitu dites cepat antigen, jika hasilnya reaktif, dilanjutkan dengan tes Polymerase Chain Reaction (PCR). "Jika non reaktif, kembali ke masyarakat. Namun, tetap dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” ucap Suyasa.

Dia mengungkapkan, setelah dilakukan tes secara masif, hal terakhir yang dilakukan adalah perawatan (treatment). Termasuk pengobatan yang diberikan. Begitu hasil tes menyatakan positif COVID-19, Orang Tanpa Gejala (OTG) akan diisolasi. Jika bergejala, akan dirawat di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Buleleng.

Perawatan kata dia, juga dilakukan intens dan masif. Memberikan hal terbaik kepada pasien. Sehingga, masyarakat menjalankan protokol kesehatan 3M dan pemerintah masif melakukan 3T.

“Kita berusaha sekuat tenaga dan semaksimal mungkin untuk meredam penyebaran COVID-19 di Buleleng. Termasuk melakukan 3T ini. Masyarakat juga kami imbau untuk tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan 3M,” ungkap dia.

Sementara itu, Bupati Buleleng yang juga Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Buleleng Putu Agus Suradnyana telah meminta seluruh elemen dan anggota Satgas Penanganan COVID-19 untuk secara aktif mempercepat penanganan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, agar tidak terjadi penyebaran yang lebih tinggi. Upaya percepatan penanganan pun sudah dilakukan. "Ini dikarenakan penanganan COVID-19 yang terpenting adalah faktor kecepatan. Baik itu kecepatan tracing hingga upaya isolasi,” tutup dia.