Pemkab Buleleng Mulai Siapkan Vaksin Untuk Pedagang

Dipublikasi pada : 04 Maret 2021 | 252 kali Dibaca


Sejak hari Senin (1/3/2021) kemarin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng telah melakukan vaksinasi COVID-19 tahap kedua termin pertama yang menyasar seluruh ASN di lingkup Pemkab Buleleng bersama dengan anggota DPRD Kabupaten Buleleng, satuan TNI dan Polri.

Vaksinasi yang dilakukan secara bertahap ini, diawali dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Sekretariat Daerah Buleleng terlebih dahulu. Pemkab Buleleng telah menjadwalkan vaksinasi untuk ASN lingkup Pemkab Buleleng, akan selesai pada tanggal 7 Maret 2021.

Selanjutnya, Pemkab Buleleng mulai menyiapkan vaksin untuk organisasi profesi seperti wartawan, Atlet termasuk para pedagang. Khusu untuk pedagang, saat ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng sedang melakukan koordinasi dengan PD. Pasar sebagai pemegang data pedagang yang ada di Kabupaten Buleleng.

Pemkab Buleleng menargetkan sebanyak 7.510 orang untuk vaksinasi tahap kedua termin pertama termasuk pedagang dengan jumlah vaksin yang disiapkan 12.364. Hal ini diungkapkan Drs. Gede Suyasa,M.Pd usai mengikuti Sidang Paripurna secara virtual di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Selasa (2/3/2021).

Sekda Suyasa menyebutkan, ada 6.900 pedagang yang terdaftar di PD. Pasar. Namun, Pemkab Buleleng menyiapkan vaksin untuk 40 persen pedagang dari keseluruhan jumlah pedagang yang ada. Sebelumnya, Pemkab Buleleng akan melakukan pendataan kembali untuk menanyakan kesediaan pedagang untuk divaksin.

"Siapa yang bersedia divaksin dengan kriteria yang dibuat, itu yang masih belum terdata," katanya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga ini mengungkapkan, Pemkab Buleleng terus bergerak untuk melakukan pendataan, sehingga nanti bisa dijadwalkan untuk vaksinasi pedagang.

"Target kami vaksinasi tahap kedua ini selesai pada akhir Bulan Maret," ungkapnya.

Masih kata Suyasa, kalau sudah dijadwalkan, Pemkab Buleleng telah menyiapkan 27 titik untuk tempat vaksinasi.

"Kami menyiapkan 22 Puskesmas, 2 Rumah Sakit Pemerintah, kemudian 4 Rumah Sakit Swasta dan 1 Klinik di Rumah Sakit Tentara," pungkas dia.