Tingkat Kesembuhan Pasien Covid-19 di Buleleng Melonjak

Dipublikasi pada : 16 Juni 2020 | 171 kali Dibaca


Selama dua hari terakhir, terdapat penambahan empat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng yang dinyatakan sembuh setelah terdapat penambahan dua orang pasien sembuh hari ini, Selasa 16 Juni 2020. Sehingga tingkat kesembuhan pasien Covid-19 melonjak hingga mencapai 91,6 persen. Dua pasien yang dinyatakan sembuh hari ini yakni pasien dengan kode PDP-86 dan PDP-97.

Sebelumnya, PDP-86 yang diketahui berasal dari Kecamatan Seririt dirawat sejak 5 Juni 2020. Menjalankan masa isolasi selama 11 hari di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas. Hari ini dinyatakan sembuh dan sudah dipulangkan. Kemudian pasien yang dinyatakan sembuh lainnya yakni pasien Covid-19 dengan kode PDP-97. Yang bersangkutan berasal dari kecamatan yang sama dengan PDP-86 yakni dari Kecamatan Seririt. Riwayat kedua pasien tersebut merupakan hasil dari kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif di wilayah tempat tinggalnya. PDP-97 dirawat selama 5 hari dengan hasil swab ke-3 dan ke-4 dinyatakan negatif.

“Melihat dari data yang ada saat ini, hampir setiap hari terdapat penambahan pasien Covid-19 yang sembuh di Buleleng. Tentu ini yang kita harapkan, semoga kedepan jumlah pasien terkonfirmasi yang dirawat terus berkurang sampai pada titik nol,” ujar Sekretaris Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Buleleng saat memberikan keterangan pers melalui video conference bersama dengan awak media terkait update perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng, Selasa (16/6).

Sementara itu, terkait dengan obat Covid-19, lanjut Suyasa, Tim GTPP Covid-19 Kabupaten Buleleng sampai saat ini belum menerima secara resmi obat yang disampaikan di berbagai media cetak maupun online. Tim GTPP Covid-19 Buleleng masih menunggu hasil rekomendasi dari Gugus Tugas Nasional maupun Provinsi. Pada penanganan pasien, yang bisa dilakukan yakni pemberian tambahan asupan makanan atau minuman untuk meningkatkan imun tubuh seperti pemberian vitamin dari rumah sakit. Untuk obat kimia harus dalam rekomendasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

“Seluruh obat-obatan yang digunakan untuk mentreatment pasien terkonfirmasi, harus berada didalam rekomendasi Kemenkes. Kita tidak akan melakukan spekulasi,” imbuhnya.

Perkembangan penanganan Covid-19 di Buleleng saat ini menunjukkan bahwa Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkonfirmasi Positif secara kumulatif berjumlah 83 orang dengan rincian lima orang sedang dirawat di Buleleng, dirujuk ke RSUP Sanglah dua orang, PDP terkonfirmasi sembuh secara kumulatif sebanyak 76 (penambahan sembuh dua orang), PDP negatif/non Covid sebanyak 18 orang dan PDP terkonfirmasi sebanyak lima orang.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) secara kumulatif berjumlah 118 orang, ODP yang masih di pantau di Buleleng saat ini satu orang, selesai masa pantau sebanyak 108 orang dan ODP terkonfirmasi sembilan orang. Untuk Orang Tanpa Gejala (OTG) secara kumulatif berjumlah 1.696 orang dengan rincian selesai masa pantau 1.367 orang, OTG yang masih karantina mandiri 258 orang, dan terdapat sembilan orang OTG terkonfirmasi.

Pemantauan juga terus dilakukan kepada pelaku perjalanan daerah terjangkit dan daerah transmisi lokal (tanpa gejala). Secara kumulatif berjumlah 3.735 orang dengan rincian 3.581 diantaranya sudah berakhir masa pantau selama 14 hari dan sisa yang dipantau sebanyak 154 orang yakni terdiri dari pekerja kapal pesiar berjumlah 122 orang, TKI lainnya terdapat delapan orang, pulang dari luar negeri ada satu orang, serta orang yang datang dari daerah transmisi lokal di Indonesia berjumlah 23 orang. (Rma)