Tanggulangi Dampak Covid-19 di Buleleng, Kodim 1609/Buleleng Gencarkan Program Ketahanan Pangan

Dipublikasi pada : 24 April 2020 | 143 kali Dibaca


Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang mewabah di seluruh dunia tidak bisa dipungkiri juga turut berdampak kepada perekonomian masyarakat di Kabupaten Buleleng. Menanggulangi hal itu, Komando Distrik Militer (Kodim) 1609/Buleleng saat ini tengah menggencarkan program ketahanan pangan di Kabupaten Buleleng sebagai upaya mengamankan ketersediaan pangan bagi masyarakat Buleleng di tengah lesunya ekonomi akibat Covid-19. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1609/Buleleng Mayor KAV I Nyoman Arya Jayantara seizin Komandan Kodim (Dandim) 1609/Buleleng Muhammad Windra Lisrianto saat ditemui di ruang kerjanya pada Jumat (24/4). Lebih lanjut, Arya mengatakan program ketahanan pangan yang dilakukan dengan penanaman padi varietas Ciherang Santoso di Kabupaten Buleleng tepatnya pada Demonstration Plot (Demplot) seluas 1 hektar yang berlokasi di Subak Beji, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan. Nantinya menurut Arya jumlah hasil panen padi dari demplot tersebut mencapai sekitar 8 ton. Hasil panen itu nantinya akan digunakan untuk menambah stok beras di Kabupaten Buleleng, selain itu diharapkan juga masyarakat dapat menjadikan penanaman padi ini sebagai percontohan. Di samping program penanaman padi, Arya menambahkan pihaknya kini juga tengah mengembangkan program tanaman pangan dan obat dengan memanfaatkan pekarangan rumah. Program itu sudah dikembangkan pihaknya pada demplot yang berlokasi di pekarangan rumah dinas Dandim 1609/Buleleng. Jenis tanaman pangan maupun tanaman obat yang ditanam pada demplot itu pun dipilih yang cocok ditanam di Buleleng sesuai dengan masukan dari pihak Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng. “Di sana jenis-jenisnya kemarin kita tanam itu ada tomat, cabai, kangkung, terong. Tanaman apotik hidupnya juga ada seperti lidah buaya” ungkap Arya. Dengan mencontoh program itu, Arya optimis masyarakat dapat memproduksi kebutuhan pangannya secara mandiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah mereka, terutama saat menurunnya kondisi ekonomi akibat Covid-19 akhir-akhir ini. Hal ini dilihat dari hasil panen pada demplot itu sudah beberapa kali dipanen dan dapat memenuhi kebutuhan dapur para anggotanya. “Kita harapkan masyarakat bisa ikut serta memberdayakan lahan yang dimiliki untuk menyiasati dampak Covid-19” Terkait edukasi dan penerapannya kepada masyarakat, pihaknya nanti juga akan bersinergi dengan Pemkab Buleleng melalui instansi terkait seperti Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. (cnd)