Hotline Tanggap Covid-19 Kabupaten Buleleng

Update Perkembangan Kasus Penyebaran COVID-19 di Kabupaten Buleleng

Diperbaharui pada : 24 November 2020 Pukul : 14:00 WITA
* Persentase dihitung dari Terkonfirmasi Positif Akumulatif

Data Terkonfirmasi Akumulatif

1115
Terkonfirmasi
Kumulatif
1037 (93.00%)
Terkonfirmasi Sembuh Akumulatif
21 (1.88%)
Dalam Perawatan
 
57 (5.11%)
Meninggal
 
KASUS SUSPEK
Kumulatif 1396
Terkonfirmasi 561
Discarded 760
Masih Dirawat 19
Probable 56
KONTAK ERAT
Kontak Erat Kumulatif 7285
Kontak Erat Konfirmasi 328
Discarded 6851
Karantina Mandiri 106
Sumber : Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) Kabupaten Buleleng

Peta Sebaran Covid-19 Per Kecamatan Di Kabupaten Buleleng

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng
Keterangan Zona:

Positif

Suspek

Kontak Erat

Keterangan Marker:

POSITIF

SUSPEK

Kontak Erat

Update Berita Covid-19 Kabupaten Buleleng

19 November 2020 | Dibaca 65 kali
Buleleng Kembali Masuk Zona Kuning Covid-19

LANGKAH PENTING

Info Corona Buleleng

Dilarang Berdekatan dan Dilarang Berkumpul

Dilarang berdekatan dan dilarang berkumpul adalah tindakan penting yang dilakukan untuk menghentikan atau setidaknya memperlambat kecepatan penyebaran virus corona (COVID-19). Dengan melakukannya, orang yang terinfeksi virus, baik yang menunjukkan gejala sakit maupun yang tampak sehat, [selengkapnya]

3 hal yang harus diketahui!

Info Corona Buleleng

Cara Mengurangi Resiko

Sering cuci tangan pakai sabun dan air mengalir adalah pertahanan pertama dari virus Corona. Di samping itu, ada cara-cara lain yang harus Anda ketahui untuk melindungi diri dan orang lain. Dapatkan panduan terbaru dari para ahli.

Baca Selengkapnya
Info Corona Buleleng

Cari Informasi Yang Benar

Virus Corona adalah penyakit baru dan para ahli masih terus meneliti sejauh mana keganasan dan tingkat penyebarannya. Informasi berubah cepat dan banyak informasi menyesatkan beredar di masyarakat. Ikuti selalu informasi terbaru dari para ahli yang kredibel.

Baca Selengkapnya
Info Corona Buleleng

Apa yang Perlu Dilakukan Bila Sakit

Gejala utama infeksi virus corona adalah demam, batuk dan sesak napas. Kelompok lansia (lanjut usia) dan orang dengan penyakit menahun (kronis) memiliki risiko lebih tinggi. Ketahui apa yang perlu dilakukan saat mengalami 3 gejala itu.

Baca Selengkapnya

Tentang COVID-19

Apa Itu COVID-19?

Pneumonia Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 adalah penyakit peradangan paru yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala klinis yang muncul beragam, mulai dari seperti gejala flu biasa (batuk, pilek, nyeri tenggorok, nyeri otot, nyeri kepala) sampai yang berkomplikasi berat (pneumonia atau sepsis).

Bagaimana COVID-19 Menular?

Cara penularan COVID-19 ialah melalui kontak dengan droplet saluran napas penderita. Droplet merupakan partikel kecil dari mulut penderita yang mengandung kuman penyakit, yang dihasilkan pada saat batuk, bersin, atau berbicara. Droplet dapat melewati sampai jarak tertentu (biasanya 1 meter).

Droplet bisa menempel di pakaian atau benda di sekitar penderita pada saat batuk atau bersin. Namun, partikel droplet cukup besar sehingga tidak akan bertahan atau mengendap di udara dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, orang yang sedang sakit, diwajibkan untuk menggunakan masker untuk mencegah penyebaran droplet.

Gejala COVID-19

Batuk kering adalah batuk yang tidak menimbulkan dahak atau lendir. Batuk kering dapat menyebabkan sensasi gatal di tenggorokan. Batuk adalah refleks alami untuk membersihkan tenggorokan dan paru-paru dari iritan. Batuk kering yang terus menerus dan tidak segera membaik bisa menjadi gejala virus Corona.
Demam merupakan reaksi tubuh melawan infeksi. Tingginya suhu badan adalah salah satu cara sistem kekebalan tubuh berupaya memerangi infeksi. Pada virus Corona, demam bisa berkisar 38 derajat celcius atau lebih.
Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang terjangkit COVID-19 akan sakit parah dan mengalami kesulitan bernapas. Merasa kelelahan hingga sesak napas menjadi gejala virus Corona yang harus diwaspadai. Sesak napas digambarkan seperti pengetatan intens di dada, engap di udara, hingga rasa tercekik. Virus Corona yang menyerang sistem pernapasan bawah bisa menyebabkan gejala ini.